Rabu, 30 November 2011

Demam Berdarah Dengue



 

            Demam berdarah dengue merupakan suatu penyakit berupa demam disertai bercak perdarahan di bawah kulit. Etiologi dari demam berdarah adalah eksotoksin yang dihasilkan oleh Virus Dhengue. Demam berdarah ( DBD ) terjadi sebagai akibat lanjut dari invasi virus di dalam tubuh. Virus yang dibawa oleh vektor yaitu nyamuk Aedes Aegepty masuk ke dalam tubuh manusia, adapun nyamuk aedes ini sangat senang berada pada tempat yang merupakan tempat penampungan air jernih dan tempat – tempat genangan air. Virus masuk dari gigitan nyamuk ke dalam darah manusia, di dalam darah virus melepaskan toksin dan menyebabkan reaksi anafilaktik tehadap pembuluh darah. Hal ini menyebabkan permeabilitas pembuluh darah meningkat, trombosit di dalam darah mencoba membekukan darah semaksimal mungkin, namun karena gejala ini bersifat kontinue di seluruh  tubuh maka trombosit akan habis dan akhirnya terjadi perdarahan berupa Petechiae. 
 
            Ada 4 stadium demam berdarah dengue yaitu:
1. Stadium I           : Pada umumnya seseorang hanya merasakan panas badan yang tinggi    disertai gejala lemas.
2. Stadium 2           : Pada saat ini sudah timbul manifestasi perdarahan dan panas badan serta mata berkunang – kunang, mual dan muntah.
3. Stadium 3           : Pada saat ini timbul kesulitan melakukan aktivitas dan bernafas dikarenakan kurangnya volume darah. Pasien dapat pingsan pada saat ini
4. Stadium 4           : Stadium ini adalah stadium akhir yang paling berat dimana semua cairan dan elektrolit sudah hliang, pasien koma dan dapat terjadi gangguan syaraf dan fungsi organ lainnya. Stadium ini dikenal dengan nama Dengue Syok Syndrom ( DSS ).

            Pada pasien demam berdarah yang dibawa ke rumah sakit umumnya telah mengalami koma dan defisiensi elektrolit, pada stadium awal gejala ini tersamar dengan adanya gejala pusing, mual dan muntah dan disangka hanya merupakan gangguan akibat kelelahan. Manifestasi perdarahan yang timbul juga sering dianggap sebagai bercak gigitan nyamuk biasa yang akan hilang sendiri. Hanya pada pasien dari kalangan yang terpelajar dan mengetahui tentang demam berdarah yang melakukan pengobatan dari awal. Perbedaan serangan demam berdarah dengan yang lain adalah pada demam berdarah, bercak petechia akan timbul semakin banyak bila dilakukan Rumple Ledge test.

            Pada umumnya demam berdarah terjadi seiring dengan meningkatnya sanitasi dan higiene suatu tempat, hanya saja tempat air jernih tidak ditutup dan genangan air hujan pada kaleng kaleng bekas tidak ditimbun sehingga menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes. Selain Aedes Aegepty ada lagi nyamuk yang dapat menularkan demam berdarah yaitu Aedes Albopictus dan sedikit Nyamuk Culex ( Wuchereria Brancofti ).
 

            Prinsip penanggulangan yang dilakukan pada daerah wabah demam berdarah adalah:
1.      Cara Fisika
2.      Cara Kimia
3.      Cara Mekanis

Cara fisika yang dilakukan adalah dengan melakukan pengasapan atau fogging, Cara kimia adalah dengan penyemprotan, sedangkan cara mekanis yaitu dengan membudidayakan gerakan 3 M yaitu:
-          Menutup tempat penampungan air
-          Mengubur kaleng bekas yang dapat menampung air
-          Menaburkan bubuk abate ke dalam tempat penampungan air

 
Pada pasien yang dirawat di rumah sakit pada umunya dilakukan rehidrasi dengan infus ringer laktat atau dextrose, bila trombosit kurang dari 100.000 dapat diberikan transfusi darah hingga normal atau bila Hb kurang dari 8 dapat di transfusi hingga normal. Untuk pengobatan farmakologis dapat diberikan adrenalin.

1 ktg darah = 400 ml = 300 ml eritrosit = 1,5 Hb
1 ktg trombosit = 50.000 trombosit
1 ml darah = 3 ml Ringer laktat

3 komentar:

  1. Saya memiliki seseorang teman ,saat ini dia terkena dengue ,tapi tahap low,dan denggi yah Sudan tak active lagi ,tapi kena need to follow up blood test ,everyday ,
    Gimana cara efektiv menghilangkan ruam kulit yah yg merah ?dan apakah ia bisa terjagkit demam degue yg lebih serious lagi
    Tolong share yah pak

    BalasHapus
  2. Istri saya meninggal karna dbd stadium akhir.... itu pun tau setelah d lab saat kritis.
    Sy menikah baru 8bln lalu d tinggal istri. Sebelum menikah ( tahap kenalan ) dia sudah sakit sakitan gejalanya panas dingin, sakit kepala , terkadang muntah2 . D karnakan menjadi sudah terbiasa jd hanya d berobat sebatas ke bidan saja.karna stlah minum obat seperti parasetamol bsk nya sembuh.. dan seminggu lagi sakit begitu lagi. Minum obt lg semhbuh lagi besok ny atau 2 3 hari semhbuh . Pokonya berkala sakit nya. Setelah mmennikah pun ya begitu gejalanya ... hingga suatu saat (8bln )setlh menikah terjadi lah dia tdk sadarkan diri.. dan d bawalah k rmh sakit jam 8 mlm ...dan meninggal jam 11 mlmm saat itu jg.
    pertanyaan saya
    Untuk memasuki dbd stadium akhir itu berpa lama? Melihat dr gejala sudah lama dan bertahun tahun.
    Dan ada kah hubungan nya dgn pikiran yg berat?

    BalasHapus