Selasa, 29 November 2011

Pneumothoraks




Definisi
            Pneumothoraks merupakan suatu keadaan dimana terdapat adanya koleksi gas/udara pada kavum pleura sehingga menyebabkan paru-paru terdesak dan kolaps. Pada pneumothoraks, udara memasuki kavitas pleuralis pada inspirasi dengan adanya tekanan intrapleura yang negatif, sedangkan selama ekspirasi kebocoran akan tersegel, yang menciptakan suatu mekanisme katup bola. Tension pneumothoraks timbul bila satu kavitas pleuralis telah terisi lengkap dengan udara dan udara terus memasuki kavitas ini, yang menyebabkan pergeseran mediastinum disertai perubahan vena kava, obstruksi sebagian aliran balik vena sistemik dan pengurangan curah jantung. Pasien pneumothoraks bisa asimtomatik atau bisa mengeluh akan adanya nyeri tajam seperti pisau atau bisa menderita gawat napas, hipoksemia, dan hiperresonansi pada sisi sakit. Deviasi trakea yang jelas, emfisema subkutis dan sianosis dapat ditemukan. Diagnosis biasanya dibuat dengan pemeriksaan fisik dan dikonfirmasi dengan foto toraks. Dengan pneumotoraks kecil yang jelas, foto ekspirasi dan inspirasi bisa bermanfaat dalam menggambarkan pneumotoraks akibat bula atau kista paru yang besar.

 
Etiologi
            Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pneumothoraks antara lain:
a.    Trauma
-          Tension pneumothorax akibat trauma tumpul dengan atau tanpa fraktur iga
-          Luka penetrasi yang menyebabkan masuknya udara dari lingkungan luar kedalam kavum pleura sehingga menyebabkan udara terperangkap di dalam kavum pleura
b.    Iatrogenik pneumothorax, misalnya prosedur pemasangan chest tube yang kurang tepat, terapi ventilasi mekanik, kanulasi vena sentral, resusitasi kardiopulmoner, terapi oksigen hiperbarik, operasi daerah leher, dan sebagainya.
c.    Tension pneumothorax sekunder dari kondisi medis yang sudad ada seperti :
-          Asthma, PPOK, pneumonia, pertussis, tuberculosis, abses paru, cystic fibrosis
-          Marfan sindrom
 
Manifestasi Klinis
            Berdasarkan anamnesis, dapat ditemukan keluhan pasien adalah nyeri dada (90%), sesak napas (80%), gelisah, nyeri epigastrik akut (jarang) dan fatigue. Sedangkan pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda-tanda sebagai berikut :
-          distress pernapasan atau respiratory arrest
-          suara napas melemah pada sisi yang sakit
-          adanya suara napas tambahan seperi ronchi atau wheezing yang ipsilateral
-          tachypneu lalu kemudian menjadi bradipneu pada kondisi terminal
-          hiperresonansi dinding dada pada perkusi (bisa tidak ada pada stadium lanjut)
-          hiperekspansi dinding dada
-          sianosis
-          takikardia
-          hipotensi
-          pulsus paradoxus
-          distensi vena jugularis
-          deviasi trakea (tanda-tanda lanjut)
-          distensi abdominal (akibat peningkatan tekanan intratoraks sehingga menyebabkan deviasi ke kaudal dari diafragma)


Pemeriksaan Pencitraan
Foto polos thoraks
-          terlihat bayangan linear dari pleura visceralis tanpa adanya bayangan paru-paru di perifer bayangan tersebut, menandakan paru-paru kolaps
-          pada posisi berbaring, terlihat sulcus sign yang radiolusen sepanjang sulcus costophrenicus dapat membantu mengidentifikasi pneumothoraks.
-          Pergeseran mediastinum ke kontralateral
-          Efusi pleura minimal sering ditemukan
-          dapat ditemukan adanya diskontinuitas tulang iga sebagai tanda fraktur iga

Penatalaksanaan
-       observasi tanpa oksigenasi : merupakan observasi sederhana, sesuai untuk pasien dengan pneumothoraks yang asimtomatik dengan pneumotoraks minimal dengan evaluasi ketat untuk memastikan bahwa pneumothoraks tidak bertambah. Udara biasanya direabsorbsi spontan sebanyak 1,25% dari ukuran pneumothorax per hari.
-       Oksigenasi : pemberian oksigen sebanyak 3L/menit dengan nasal kanul untuk mengatasi kemungkinan hipoksemia dan membantu absorpsi udara pada rongga pleural menjadi lebih cepat.
-       Pemasangan Water-Seal Drainage (WSD)
-       Dapat diberikan medikamentosa untuk membantu mengatasi keluhan pasien seperti nyeri dan anxietas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar