Rabu, 30 November 2011

CEREBRAL PALSY



§   Merupakan gangguan fungsi otak non progresif.
§   >> faktor prenatal
§   Faktor perinatal (asfiksia, trauma lahir) ; semua neonatus memperlihatkan kelainan seperti : kesadaran menurun gangguan tonus, menghisap, menelan, gangguan pernafasan, kejang dll.
§   Resiko CP rendah pada neonatus asimptomatis walaupun mengalami kelainan dalam proses kelahiran.
Insidens :
§   ± 7/10.000 kelahiran.
§   1 akan meninggal, 3 akan “dependent on  other” dan 3 lagi bisa  “independent lives”.
Etiologi :
§    tersering adalah prematuritas
Patologi :
§   Salah satu faktor yang dapat diketahui adalah perdarahan pada matriks germinal subepedymal, simetris bilateral
Klasifikasi :
1.      Spastic diplegi
2.     Hemiplegic Cerebral Palsy
3.     Athetotic Cerebral Palsy
4.     Atoxic Cerebral Palsy
5.     Complex Plegi
Spastic Diplegi
§   Sering
§   Kerusakan TK yang mengontrol fungsi ekstremitas inferior.
§   Biasanya ada riwayat prematuritas dan BBL < 2000 gr diikuti gangguan pada proses tumbuh kembang
§   Tanda gangguan TK : hipertonia, adductorspasm, refleks tendon meningkat dan babynsky (+).
§   Cara berjalan khas : “Scissor gait
§   Retardasi mental tidak terlalu berat
§   20 % penderita diserati kejang
Hemiplegic Cerebral Palsy
§   Cukup sering
§   Kerusakan pada korteks sensorimotor yang mengontrol kedua sisi tubuh.
§   Tidak disebabkan oleh trauma, anoksia atau emboli
§   Hemiparesis pada saat kelahiran belum terlihat (terlihat belakangan).
§   Hemiparesis yang mengenai ekstremitas atas lebih berat dari pada ekstremitas bawah dan ada gangguan perkembangan pada ekstremitas yang terkena.
§   Retardasi mental paling ringan
§   50 % diikuti oleh kejang pada perkembangan selanjutnya.
Athetotic Cerebral Palsy
§   Gerakan choreo-athetotic involunter karena gangguan pada sistem ekstrapiramidal.
§   Dahulu dianggap karena aspiksia atau karena kernickterus yang merusak ganglia basal (sekarang tidak terbukti).
§   Saat lahir biasanya bayi hipotonik, dalam perkembangannya diikuti oleh munculnya gerakan choreo-athetotic umum.
§   Disartria
§   45 % penderita mempunyai IQ > 90

Ataxic Cerebral Palsy
§   Merupakan bentuk yang jarang.
§   Dicirikan oleh ataksia cerebral
§   Sering pada neonatus dengan perdarahan cerebral.
§   Perkembangan motorik akan terhambat.
§   Pada beberapa kasus IQ normal
§   disartri
Complex Plegi
§   Terdapat gangguan fungsi TK, Ekstrapiramidal dan fungsi cerebral.
§   Gangguan motorik bisa unilateral/bilateral desertai gerakan-gerakan involunter.
§   Disartria
§   Gangguan perkembangan motorik.
§   Retardasi mental, ataksia limbotruncal.
§   Sering disertai kejang.
Diagnosa CP :
1.      Klinis
2.     Kelainan metabolik (hipoglikemia), hipothyroid, dan amino aciduria harus disingkirkan.
3.     CT Scan/MRI
§   Kavitas pada kortek atau subkortek menunjukkan adanya infark pada teritori MCA.
§   Ventriculomegali dan rongga - rongga periventri-cular.
§   Gangguan pada batang otak.
4.     Test psikologi : untuk menilai potensi edukasi
5.     USG melalui fontanella anterior untuk menilai apakah ada perdarahan/leukomalasia pada bayi baru lahir.
Terapi
§   Team work (orang tua, pediatrican, neurologist, psychologist, fisioterapist, termasuk guru dalam educational programs “indepandent lives
(Catatan :Sebagian penderita IQ nya normal).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar