Rabu, 30 November 2011

Cedera Kepala



        
   Cedera kepala berarti adanya diskontinuitas salah satu bagian dari kepala baik itu merupakan fraktur kranium ataupun lesi intrakranial. Fraktur kranium adalah retaknya tulang kepala akibat suatu jejas atau trauma. Fraktur kranium dapat disertai oleh memar ( comosio ) dan gegar otak ( contusio ). Pada comosio pasien masih mungkin tetap sadar sampai akhirnya ada yang koma bila tidak ditangani lebih lanjut, sedangkan pada kontusio pasien umumnya tidak sadar. Karena ada fraktur maka susunan keseimbangan di dalam otak antara masa otak, pembuluh darah dan cairan serebrospinal akan terganggu. Biasanya apabila ada gangguan yang berupa trauma maka cairan serebrospinal akan meningkat akibat sumbatan pada alirannya, hal ini dapat disebabkan pergeseran masa otak atau karena sumbatan pembuluh darah vena sehingga cairan kian menumpuk pada ruang subaraknoid. Apabila suatu jejas atau kerusakan akibat selain trauma maka cairan akan terus menurun akibat tekanan intrakranial meninggi. Pada Lesi intrakranial massa darah di otak akan menekan jaringan otak yang sehat sehingga akan mengakibatkan beberapa pembuluh darah kecil juga akan tersumbat dan pada akhirnya akan menimbulkan iskemia dan infark otak. Infark yang terfjadi biasanya adalah infark merah. Pada cedera kepala terdapat panduan yang digunakan para dokter untuk menilai berat ringannya cedera kepala. Hal ini mengacu kepada 3 kriteria yaitu:
-          Berdasarkan Mekanisme         : Tumpul dan Tembus
-          Berdasarkan Berat Ringan      : GCS ( Glsgow coma scale )
-          Berdasarkan  Morfologi          : Fraktur Kranium dan Lesi Intrakranial

Cedera kepala berdasarkan mekanisme yaitu:
- Tumpul          : Kecepatan tinggi dan Kecepatan rendah
- Tembus         : Tertembak dan Tertusuk

Cedera kepala berdasarkan berat ringan yaitu:
- Ringan          : GCS 14 – 15
- Sedang          : GCS 9 – 13
- Berat             : GCS 3 – 8

Cedera kepala berdasarkan morfologi yaitu:
- Fraktur Kranium       : Basis Kranii dan Calvaria Kranii
- Lesi Intakranial         : Fokal dan Difus
            - Fokal dapat berupa   : Epidural, Subdural dan Intrakranial
- Difus dapat berupa   : Comosio ringan, Comosio klasik dan Cedera     akson difus

Penatalaksanaan cedera kepala umumnya mengacu pada GCS. Seorang pasien hanya diizinkan pulang bila terdapat GCS antara 9 – 15 sedangkan bila cedera kepala sedang menunjukkan tanda mengantuk dan terdapat kesulitan dalam mengerjakan tugas yang ringan hendaknya dirawat di rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar