Jumat, 02 Desember 2011

Tanda-Tanda Bos Yang Buruk

Mengeluh mengenai sikap bos atau atasan sering terjadi dalam dunia kerja. Tanda-tanda berikut ini merupakan beberapa indikasi yang bisa dipakai untuk menilai kualitas atasan sebenarnya. Bagi mereka yang saat ini duduk sebagai atasan, tanda-tanda tersebut bisa berguna untuk mengintrospeksi dan memperbaiki diri agar bisa menjadi atasan yang lebih baik bagi bawahannya.
Berteriak. Atasan yang suka berteriak menunjukkan kalau mereka di luar kendali dan kurang percaya diri. Seorang atasan yang percaya diri tidak akan berteriak, karena merasa memiliki cara yang jauh lebih efektif untuk memberi perintah.
Ekspetasi Buram. Seorang atasan yang tidak bisa berkomunikasi dengan jelas, tidak bisa secara konkrit menjelaskan tujuan pekerjaan, dan juga tidak bisa memperlihatkan wujud kesuksesan dalam suatu posisi, berarti dia telah gagal dalam pekerjaan tersebut.
Tidak dapat diandalkan. Akhir pekan lalu atasan anda mengatakan akan melihat laporan keuangan anda pada hari Selasa, namun itu tidak pernah terjadi. Sebelumnya atasan anda juga pernah berjanji memberikan info mengenai klien, tapi itu tidak ada. Seorang atasan harus bisa menjadi diandalkan oleh bawahannya, sama seperti atasan mengandalkan bawahannya
Enggan Membuat Keputusan. Hal ini biasa terjadi pada seorang atasan yang mengabaikan peforma dan kinerja bawahannya. Namun juga bisa dilihat dari sikapnya yang tidak bisa bertanggung jawab untuk mengajak bawahannya lebih maju untuk meraih keberhasilan.
Tuntutan Tidak Masuk Akal. Menekan bawahan sampai standar tertinggi adalah sebuah hal yang baik, karena bisa meningkatkan kualitas. Namun meminta bawahan bekerja selama akhir pekan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang sebenarnya tidak terburu-buru, atau meminta bawahan melakukan sesuatu yang tidak mungkin, adalah tanda-tanda seorang tiran.
Keras Kepala. Atasan yang kerasa kepala dan cenderung bersikap melindungi diri saat keputusan mereka dipertanyakan membuat bawahannya malas untuk memberikan saran-saran baru dan inovatif. Atasan yang seperti ini biasanya berusaha menghindari perbedaan pendapat, dan sebenarnya mengakui dalam hati kalau ide orang lain lebih baik dari ide mereka.
Terlalu Mendramatisasi. Atasan yang baik meminimalkan drama, bukan jadi penyebabnya. Jika di sekeliling atasan anda sering ada masalah, kemungkinan besar atasan anda sendiri yang menjadi sumber masalah.
Pengecut. Saat seorang atasan menghindari perdebatan atau konflik, tidak akan ada saran-saran untuk memajukan usaha dan masalah sedang dihadapi tidak akan terselesaikan.
Kaku. Atasan yang memerintah dengan kaku dan menimbulkan rasa takut, dan serta cemas tidak bisa mendapatkan hasil dari cara lain dengan sistem yang telah berjalan bisa menjadi bumerang. Dengan atasan seperti para bawahan tidak bisa memberikan ide baru karena ketakutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar