Minggu, 11 Desember 2011

Langkah - Langkah Dalam Berbisnis


Berikut adalah 5 tangga bisnis:

1. STARTING (Mulai)

Saat mulai usaha fokus "bagaimana bisa survive" atau sekedar 'dapur ngepul' terlebih dahulu. Jangan
berusaha mencari laba besar saat awal, tapi carilah omset. Fokus bagaimana meramaikan 'toko'
anda dan mengkonversi sebanyak mungkin calon pelanggan menjadi pelanggan.
Lakukan pemasaran secara agresif dan teragenda. Jangan biarkan seharipun tanpa promosi. Lakukan
hal ini terus-menerus sampai 'kursi' (kapasitas) yang anda tawarkan setidaknya mencapai 70%
kapasitas. Misal, bisnis rumah makan, minimum 70% bangkunya selalu terisi.
Jika bisnis anda adalah distribusi, bukalah jalur distribusi sebanyak mungkin dan secepat mungkin.
Genjot volume penjualan anda bukan profit anda. Asalkan pembayaran bagus, profit rendahpun
tidak menjadi masalah.
Jangan terburu-buru membuat sistem secara detail, karena akan menghilangkan fleksibilitas dalam
bisnis anda. Biasanya mantan karyawan diperusahaan besar akan fokus membuat sistem dibanding
menggenjot penjualan. Ini adalah kesalahan fatal saat awal berbisnis!
2. PROFITING (Mendongkrak keuntungan)

Setelah volume penjualan anda cukup besar atau kapasitas yang anda tawarkan sudah maksimum
tiap saat, barulah fokus menaikkan keuntungan usaha.
Ada 3 hal yang mampu menaikkan keuntungan usaha dari customer:
a. Menaikkan angka repeat order;
b. Menaikkan rata-rata pembelian tiap kunjungan;
c. Menaikkan marjin.
a. Repeat order adalah segala upaya yang dilakukan untuk membuat pelanggan semakin sering
berbelanja ke tempat kita.
b. Menaikkan rata-rata pembelian adalah upaya agar pelanggan yang tadinya belanja sebesar Rp
100.000,- tiap kunjungan, meningkat menjadi Rp 200.000,- tiap kunjungan, bahkan lebih.
c. Menaikan marjin adalah upaya menaikkan nilai dan harga jual, serta menekan biaya produksi
dengan cara menaikan produktifitas dan menekan pengeluaran. Di tahap profiting, promosi tetap
jangan berhenti. Bedanya dengan tahap starting, promosi profiting lebih difokuskan ke pelanggan
yang sudah ada.
Secara detail materi profiting, dibahas di materi "5 Cara Menaikkan Keuntungan Usaha".
3. SYSTEMIZING (Membangun sistem)

Setelah 'dapur ngepul' dan profit melimpah, kini saatnya menyempurnakan sistem. Sebenarnya
sistem tersebut mungkin sudah dirintis sedikit demi sedikit sejak mulai usaha, hanya saja di tahap
systemizing, kita akan fokus pada pembenahan sistem.
Tujuan dari sistem adalah membuat bisnis 'autopilot' atau tetap berjalan tanpa anda dan siap
dikembangbiakan (multiplying). Materi systemizing akan kami paparkan sacara terpisah pada materi
berikutnya.
Jika profit anda besar, anda tidak perlu pusing untuk membuat sistem sendiri. Cukup membayar
konsultan untuk membuat sistem di perusahaan Anda. Yang terpenting lagi, inilah saatnya Anda
mencari GM/direktur yang jauh lebih pandai dan berpengalaman dari Anda.
4. MULTIPLYING (Mengembangbiakkan)

Setelah sistem terbentuk perlu dilakukan uji coba dengan cara menduplikasi bisnis yg sudah ada
yaitu dengan membuka cabang. Jangan terburu-buru untuk diwaralabakan jika sistem belum teruji.
Jika Anda membutuhkan modal untuk usaha, gunakan pilihan untuk menjual sebagian saham
cabang utama untuk membangun cabang baru. Uji sistem Anda dengan membuka cabang di
beberapa tempat atau kota yang berbeda, sebelum akhirnya bisnis Anda siap diwaralabakan.
Ingat! Niatkan waralaba (franchise) untuk berbagi keuntungan, bukan mencari 'korban'.
”Apa yang Anda tanam adalah apa yang akan Anda tuai”
Selain pilihan waralaba, sistem juga bisa diterapkan untuk mengembangbiakan cabang-cabang
usaha anda secara konvensional.
5. REAPING FREEDOM (Mencapai Kebebasan)

Kini tiba saatnya memetik apa yang telah ada tanam, yaitu kebebasan financial. Dengan kata lain
“Bisnis anda jalan, anda jalan-jalan...”
Sekarang tiba saatnya meninggalkan 'gading' kepada orang-orang sekitar anda.

Cara Membuat Proposal Bisnis


1. Mulai dari foto, gambar, ilustrasi, video 60% orang adalah tipe visual.

Foto produk, booth, desain grafis (3D jika memungkinkan), akan memukau investor, sebelum anda berbicara angka.
Hindarkan banyak tulisan, agar anda leluasa bercerita, bukan membaca. Tulis poin-poin penting saja.
Sering investor tak paham bidang usaha yang ditawarkan. Mereka perlu mengindera secara sempurna & berkata "Oww, bisnis itu.", Gunakan bahasa yang mudah dipahami, kecuali dia menguasai secara teknis bidang usaha tersebut.
Semakin mereka paham, semakin mereka yakin akan bisnis anda, semakin mereka mau invest.
Jangan buru-buru lanjut ke bagian berikutnya, jika ia belum paham bidang usahanya.
Quote:
2.Pemasaran: Yakin tuh akan laku? Apa buktinya?

Potensi pasar: BERAPA permintaan/kebutuhan, ketersediaan, kompetisi. Jangan bilang BANYAK, bicaralah dg DATA! Jika bisnis anda sudah berjalan, tunjukkan grafik kenaikkan penjualan. Jika bisnis anda adalah proyek, tunjukan surat pembelian, penunjukkan kerja, atau dokumen sebagai bukti, bukan proyeksi. Jika ini adalah bisnis baru, perkuat di analisa pemasaran anda.
Alangkah baiknya jika anda tidak mulai dari nol banget. Punya lokasi saja (tak harus beli), anda sudah menang selangkah.
Quote:

3.Total investasi : pengeluaran yang diperlukan untuk invest awal, seperti sewa tempat, pembelian alat-alat, dll, plus uang kas.

3a.Proyeksi laba rugi: meski tdk pasti, setidaknya memberikan gambaran hitungan keuntungan yang AKAN didapat.
Rumus simplenya Proyeksi L/R: (perkiraan) Omset-Harga Pokok Produksi (Hpp)-biaya operasional-pajak.

3b.Biaya operasional: sewa tempat, gaji, listrik, air, telpon, penyusutan, dll.

3c.ROI(return on investment) atau prosentasi tingkat pengembalian modal /tahun atau /bulan. Inilah patokan bagi hasilnya.


3d.Payback Period atau berapa lama balik modalnya. Seringkali disalahkaprahkan dengan BEP. Payback Period rumusnya berbalik dengan ROI

3e.BEP (Break Even Point) atau analisa titik impas. Intinya, anda hrs jual brapa unit agar biaya operasional tertutup!
Quote:
4.Pembagian hasil: Brapa angkanya untuk investor?

4a.Kelanjutan dari topik ke 3, tegaskan ROI & Payback period dengan ilustrasi 'angka' investasi.
Misal, jika invest 500jt, dapat brapa perbulan (bisa fix, bisa fluktuasi) & kapan
Quote:
5.The team: siapa saja yang terlibat & track recordnya.

Investor lebih suka dengan orang yang spesialis dibanding generalis untuk mengerjakan sesuatu.
Bisnis adalah kepercayaan! Boleh sebut punya peluang trilyun, tapi kalo tak mampu mengolahnya, ya percuma.

"Who is the man behind the gun?" lebih penting daripada senjata itu sendiri.
Apakah Anda akan menyerahkan uang Anda kepada orang yang tak kompeten di bidangnya?
Paparkan secara rinci CV tim anda. Tunjukkan ke investor bahwa mereka benar-benar berpengalaman & kompeten.
Quote:
6."5 Why this project?": Pertegas, setidaknya 5 alasan mengapa harus project ini.

Misal tentang faktor: keamanan (agunan), jaminan, ROI yg besar, kestabilan, kelancaran, dll.
Tentu saja hirarki alasan tersebut sangat tergantung dari tipe si investor yg anda bidik.
Investor yg konservatif, lebih mengutamakan kestabilan. Investor risk taker, lebih mengutamakan ROI.
Setidaknya berikan berbandingan dengan instrumen investasi lainnya seperti, deposito, reksadana, emas, dll.
Quote:
7.Exit Plan: Kalo mau putus kontrak gimana?

Bagaimanapun segala kemungkinan harus dipersiapkan. Mungkin saja investor membutuhkan uangnya untuk sekolah anak, dll.
Cantumkan semua itu secara detail dalam surat perjanjian. Jika nilainya besar, gunakan jasa notaris, aman!
Ingat: Jika anda terlalu kaku & memberatkan investor, mereka akan jera invest ke anda. Mulutnyapun akan menjadi wabah.
Sebaliknya jika investor puas, mulutnya akan menularkan nama baik anda ke sekitar mereka. Siap-siap lah kebanjiran modal!
Sebelum praktek, niatkan mencari investor untuk BERBAGI! Dengan demikian energy anda akan bersih, rejekipun berkah!